Jeritan Rakyat Jelata

Hijaunya Permadani di atas lapang ku pijaki, raugan suara dari gunung, Lembah,dan pesisir hati ku tersipu oleh derasnya hujan yang menerpa Negeri ku. Wahai pemilik garis katulistiwa rupa mu habis termakan oleh panasnya jamuan ketamakkan Manusiawi.

Badan Mu dahulu kalah terlihat amat kekar dan Sehat. jarum jam Mengejutkan Nasib mu yang tak lama berlumur Noda dan Nista, Sapaan ku untuk mu tak terhitung di mata dunia.

Siapa girangan pemilik ladang, masa mu sukar dan pedih siapa penghibur mu di kalau kelak kau tertidur lelap dan lenyap. Jasa mu tak terhingga bila di ukur,dengan Kehidupan. Sandiwara perjalanan Hidup mu begitu Busuk jika di cium.  
     
Wahai Sang Pencipta Alam Semesta tiadakan aku dalam kehidupan Nyata, biarkan aku sendiri dalam kegelapan. Nyawa ku bagaikan uap air yang mampu berubah dalam bentuk dan wujud.    

Penulis : Demas Wamaer

      

Postingan populer dari blog ini

Pengenalan Jenis Pohon

Konspirasi Pendidikan Di Papua .